Fenomena… Kunjungan Pejabat Tinggi Negara
Juni 16, 2009 at 7:19 am Tinggalkan Komentar
Seorang pejabat tinggi Negara yang berkunjung ke suatu daerah merupakan suatu kehormatan bagi daerah tersebut. Sebagai tuan rumah yang baik akan merasa gugup bagimana caranya untuk menyambut tamu agung agar tamu tersebut merasa senang, gupuh apa yang harus dilakukan guna manyambut tamu terhormat agar keduanya merasa tersanjung, dan suguh apa yang harus disajikan untuk menghormati tamu istimewa agar wibawa tamu dan tuan rumah tetap terjaga. Bila perlu kunjungan tamu pejabat tinggi negara membawa kesejahteraan bagi masyarakat semua lapisan. Mungkinkah?
Sebagai prosedur tetap setiap kunjungan pejabat tinggi negara, selalu ada yang disterilkan sekitar wilayah kunjungan, steril dari semua kegiatan masyarakat sekitar termasuk jalan aja masrakat harus diatur, yang biasanya lurus mereka harus memutar, yang biasanya dilewati pedagang sayur kali ini distop, begitu juga kegiatan gelandangan dan pengemis, serta pedagang kaki lima dilaran beroperasi.
Akan tetapi, biasanya panitia memberikan kesempatan kepada pengusaha baik besar maupun kecil untuk mendisplay semua produknya, semacam promosi gratis, githu…! Dengan harapan display produk dapat respon dari tamu negara tersebut untuk dicicipi, hal ini akan mendongkrak penjualan dan dikenal serta menjadi lebih terkenal.
Apa yang terjadi? Ketika kunjungan tamu agung berlangsung, tempik sorak selama dialog atau monolog sang tamu terhormat, antara tuan rumah dan tamu merasa sangat bahagia dan mungkin terjadi transaksi perdagangan yang bernilai jutaan bahkan milyaran, atau bantuan dan janji yang disampaikan oleh tamu sangat mempesona sehingga membuat tercengang para pendengar dan hadirin.
Sebaliknya dibelahan masyarakat yang lain terjadi kontra produksi, tidak terjadi transaksi perdagangan, berapa pedagang yang kehilangan pendapatan dan keuntungan, berapa gelandangan dan pengemis serta pemulung yang kehilangan kesempatan untuk mengais rezeki dari wilayah kunjungan tamu, memang ada sebagian masyarakat merasa biasa-biasa saja dengan kehadiran tamu istimewa tersebut, ada yang terpaksa libur bekerja karena rumahnya dekat dengan podium atau tempat kunjungan, termasuk yang menjadi panitia penyambutan, ada yang merasa dirugikan dengan kehadiran tamu terhormat tersebut, misal tukang ojek biasanya mereka mangkal ditempat tamu berkunjung terpaksa merelakan tempatnya untuk terop atau tenda tempat duduk para tamu, tukang sayur yang biasa lewat distop tidak boleh lewat dan harus memutar, serta bagi ibu-ibu yang akan ke pasar harus merelakan kakinya melangkah agak jauh guna memperoleh tumpangan ke pasar.
Begitulah yang terjadi selama ada kunjungan tamu pejabat tinggi negara, mulai zaman orde lama sampai orde baru paling ketat, hingga zaman reformasi yang agak longgar tidak ada bedanya. Begitu pula fenomena yang ditimbulkan ulah para aparat yang berlaku diluar protap, sering membuat bingung semua pihak. Apakah setiap kunjungan tamu negara masih akan seperti itu selamanya? Mudah-mudahan dimasa yang akan datang terjadi perubahan. Insyaallah.
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed