SAAT-SAAT TERAKHIR BERSAMA ROMADHON !!!

Romadhon… detik demi detik kita lalui bersama
Engkau hadir bersama kegembiraan
Cumbuan demi cumbuan, rayuan demi rayuan…mewarnai pertemuan kita
Terlontar kalimat-kalimat indah bersama kalamullah penuh pujaan

Romadhon… Terbalas rinduku… karena lama menunggumu
Terimakasihku kepadaNYA atas ridho dan ijinNYA
Kubersujud dengan menyebut keagungan asmaNYA
Sebagai wujud islamku, imanku, ihsanku dan taqwaku serta cintaku

Romadhon… kehadiranmu ada malam didalammu
Yaitu malam kemuliaan, yang katanya :”Lebih baik dari seribu bulan”
Ketika itu, para malaikat dan malaikat Jibril turun dg ijin Tuhannya tuk mengatur segala urusan
Dan katanya terdapat pada malam-malam ganjilmu

Romadhon…aku terjaga pada malam-malam ganjilmu
Allahmu menjanjikan kesejahteraan hingga terbit fajar
Aku menjadi bagian dari malam-malammu
Akupun menunggu hingga fajar…

Romadhon…rinduku belum pupus
Engkaupun akan meninggalkan aku
Aku belum puas mencumbuimu
Engkaupun kini bergegas

Romadhon…engkau berjanji menemuiku
Ya … tahun depan aku menemuimu
Engkau berjanji :”Kita saling bercumburayu”
Dalam pertemuan yang mengharu biru

Romadhon… bilang sama Allah
Bahwa:”aku belum puas berkencan dengan engkau”
Romadhon … temui aku dengan rahmat dan berkah
Terbayang indah bergumul bersama engkau

Romadhon tak apa engkau meninggalkanku kali ini
Ku tunggu janjimu pada bulan yang sama
Wangimu, nikmatmu, rahmatmu, biar bersemayam dalam kalbu ini
Ya Allah… biar kesan romadhon bersama iman ia tercipta

Ya Allah… ketika Romadhon meninggalkanku…
Ijinkan aku menghibur diri ini dengan Idul Fitri
Membangun silatuhrahim sebagai wujud cintaku pada romadhonku dan cintaku kepadaMU
Sebagai tanda kemenanganku bersama romadhon ketika nafsu terperangi

Ya… romadhon engkau berjanji menemuiku
Tapi aku insyaallah dapat bertemu dengan mu atas ridhoNYA
Ya … Romadhon engkau pasti akan menemuiku seperti biasanya
Insyaallah… ya romadhon atas ijinNYA aku akan menjemputmu

Janganlah engkau menangis ya romadhon cintaku
Bila ini saat terakhirku bersamamu
Doakan aku dapat bertemu dilain waktu
Atas ijin dan ridho Allah… kita dipertemukan dalam judul dan cerita yang baru

September 8, 2010 at 2:33 am Tinggalkan komentar

MARHABAN YA RAMADHAN 1431 H

Kan kusambut kehadiranmu ya Ramadhan, dengan suka cita dan bahagia. Marhaban Ya Ramadhan, welcome Ya Ramadhan… Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia, bulan yang sangat ditunggu-tunggu kedatangannya, bulan Ramadhan seperti rajanya bulan yang patut diistimewakan karena merupakan bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka.
Syukur Alhamdulillah Ya Allah Engkau berikan kami kesempatan menjumpai Ramadhan lagi… Engkau beri kesempatan kepada kami untuk menghapus dosa-dosadan beramal sholeh, … semoga berjumpa pula dengan ramadhan-ramadhan yang akan datang atas kemurahan dan ridhoMU.
Penyambutan bulan ramadhan banyak ditandai dengan berlomba-lomba bersedekah dan beramal baik kepada yayasan ana yatim piatu maupun pembangunan mesjid-mesjid, dan juga membersihkan karpet dan mengganti tikar, mengecat dan menghias langgar-langgar, suarau-suarau, musholla-musholla, masjid-masjid, service dan mengganti sound system serta beduk-beduk baru hanya mengharap keridhoan Allah semata.
Umat Islam di seluruh dunia dalam menyambut bulan istimewa telah melakukan persiapan-persiapan mental lahir dan bathin, spiritual dan finansial, mulai dengan membersihkan diri dengan niat menghilangkan hadas besar dan kecil, membersihkan hati dengan nawaitu puasa romadhon hanya karena Allah, membersihkan harta dengan mengeluarkan zakat maal, dan membayar hutang, selain itu berziarah ke makam keluarga dan nenek moyang dengan berdo’a untuk mereka, membeli baju dan sarung baru untuk keluarga sebagai kelengkapan sholat Tarawih, Al Qur’an yang baru pula untuk tadarus dengan harapan hatam Al Qur’an selama bulan ramadhan dengan harapan dapat menggapai Lailatul Qodar atas ijin dan ridho Allah .
Ibu-ibu sibuk mempersiapkan keperluan dapur selama bulan puasa ramadhan, baik untuk keperluan ta’jil, makan sahur dan buka puasa, sekaligus dengan jadwal menu-menunya, sekaligus memikirkan persiapan untuk Idul Fitri…
Semua orang dengan antusiasnya berbicara ramadhan mulai anak-anak, remaja dan dewasa bahkan orang-orang tua, sesuai dengan angan-angan dan dunianya, bukan hanya umat islam saja yang bergembira seraya merasakan gaung ramadhan, orang – orang non muslimpun ikut menyambut ramadhan dengan gembira pula.
Dan yang paling penting adalah puasa Ramadhan merupakan madrasah rohani bagi setiap muslim, waktunya belajar pengendalian diri dengan berfikir positif, mengendalikan nafsu dan memanej nafsu dengan baik guna menghindari kemaksiatan dan rofash, belajar sabar karena Allah selalu bersama orang yang sabar, belajar meningkatkan kesholehan dan kepekaan sosial yaitu dengan memperbanyak bersedekah dan meningkatkan silaturahmi, belajar meningkatkan keimanan dan belajar kepatuhan terhadap aturan2 keagamaan dan disiplin diri guna mencapai derajat ketaqwaan yang tinggi di hadapan Allah.
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1431 H, semoga Allah selalu melimpahkan berkah, ampunan dan menjauhkan dari api neraka, Mohon maaf kepada semuanya atas kelemahan, kekurangan, kesalahan (baik sengaja maupun tidak disengaja) dan kebodohan dan keterbatasan pengetahuan agama kami… Amien…!!!

Agustus 9, 2010 at 3:18 pm Tinggalkan komentar

Aku sedang Merenung…!!!

Ketika tubuh dalam sehat
Ketika badan dalam kuat
Ketika penghasilan juga meningkat
Saat itu pula tingkah bergeliat

Ketika diri ini merasa perkasa
Saat itu pula diri menjadi besar kepala
Ketika jiwa ini merasa sangat perkasa
Saat itu juga lupa bahwa ada yang lebih perkasa

Ketika keperkasaan tubuh ini diambil sama yang Empunya
Saat itu pula jiwa yang perkasa terasa terluka
Ketika sehat dan kuat dalam badan enyah entah kemana
Saat itu pula raga ini tiada berdaya apalagi upaya…
Saat itu pula menjadi bukan siapa-siapa…
Saat itu juga menjadi bukan apa-apa…
Nikmat mana lagi yang kamu dustakan?
Mungkinkah syukur sudah berubah menjadi kufur?
Na’udzubika min dzalik…
Ya Allah berilah petunjukMu,
Janganlah Engkau tinggalkan aku
Jangan Engkau pergi dariku
Ampuni aku…atas kelalaianku
Ampuni aku…

Januari 28, 2010 at 4:00 am 1 komentar

DO IT…! Sebagai renungan

Beberapa waktu yang lalu aku menulis dengan judul yang sama dalam weblog ini, yaitu D.U.I.T (DO’A, UPAYA/USAHA, IKHTIYAR, dan TAWAKAL), kini aku mencoba mencari sesuatu yang positip dari kata DO IT (Do’a/dzikir…Olaharaga/obat…Introspeksi/Iman/Ikhtiyar/Ihlas…Taubat/Tawakal/Tertib) !…(artinya… lakukan, kerjakan, laksanakan dan jalankan). Hal ini ada kaitannya dengan tulisan yang lalu, mengenai sesuatu yang mesti dilakukan selama menjalani kehidupan ini.
Ketika dalam lubuk hati yang paling dalam menginginkan ada sesuatu perubahan dari keburukan menuju kebaikan, dari maksiat menuju tobat… dari malas menuju giat,… dari gelap menuju terang… dari jahiliyah menuju iman… hal itu tidaklah mudah bagi manusia dan bukan tidak mungkin, tetapi bagi Allah Swt semua itu menjadi mudah dan mungkin, yang mesti diingat adalah karena begitu sulitnya mengubah kebiasaan…, begitu sulitnya mengubah sikap… begitu sukarnya merubah sifat…begitu repotnya merubah akhlak…! Seperti kebiasaan bicara buruk, mengumpat, mencaci, mencela dan mengomel…, sikap cuek…acuh…, sifat jahat, dengki, iri…, akhlak… korupsi…, mencuri…maksiyat… dll, maka lakukan segera, dengan penuh keyakinan dan bersungguh-sungguh, just Do It with your heart… Don’t Worry doing something wrong !… change your life before late, sebelum terlambat, jangan menunggu saat merenggang nyawa, sulit…kelu…sukar…tidak mungkin…,tapi jangan lupa semua itu urusan Allah Swt. Karena hidayah, anugrah, karunia, rahmat, berkah, nikmat dan pertolongan juga urusan Allah Swt.
Untuk itu, aku mencoba untuk mengekspresikan pikiran pada saat merenung sore hari, minum kopi sambil mendengarkan lagu Rhythm Logic berjudul Sweet Talk diantaranya:

Do’a/Dzikir. Kita sepakat bahwa kekuatan do’a dan dzikir tidak ada tandingannya. Kita dalam mulai melakukan segala sesuatu diawali denga do’a dan dzikir (sesuai dengan agama dan keyakinan), lebih-lebih pada saat tertimpa musibah dan persoalan hidup yang kadang menimpa sepanjang hidup seperti kemelaratan atau kemiskinan dan kefakiran, menderita suatu penyakit yang harus disandang sepanjang hidup, atau kepepet dalam keterpaksaan. Berdo’a dan berdzikir saja tidak berusaha ya kurang baik.

Obat/Olahraga. Obat adalah bentuk upaya dalam penyembuhan berbagai penyakit, setiap makhluk yang hidup mesti sakit maka berbagai bentuk pengobatan wajib dilakukan guna memperoleh kesembuhan.
Sedangkan olahraga merupakan usaha untuk tetap sehat dan mencegah berbagai serangan penyakit, guna memperoleh hasil yang baik lakukanlah olahraga dengan rutin, badan dan jiwa akan terasa segar setiap saat. Berobat saja tanpa berdo’a ya nggak sambung, apabila dilakukan bersama-sama itulah namanya ikhtyar, Insyaallah mendapat kesembuhan atas ridho dan ijin Allah.

Introspeksi :adalah penyadaran diri akan kekurangan dan kelemahan serta kelebihan yang kita miliki, kesalahan dan kekhilafan yang pernah kita lakukan baik terhadap orang tua, saudara, sahabat/teman, dan tetangga maka segera meminta maaf (untuk mengingatkan diri sendiri:aku) maupun terhadap Tuhan dalam hal ini segera mohon ampun.
Iman : adalah suatu keyakinan yang dimiliki, untuk memperkuat dan selalu diasah guna untuk meningkatkan kualitas keimanan terhadap agama yang diyakini.
Ikhtiyar : merupakan bentuk implementasi dari do’a/dzikir dan obat/olahraga, sebagai tindakan rasa tidak putus asa terhadap keburukan yang menimpa dan tetap berusaha untuk mencari jalan keluar.
Ikhlas : ketulusan dalam melakukan dan bertindak pada jalur yang benar, menerima segala cobaan dan ujian dengan penuh kesabaran, karena Allah Swt selalu bersama orang yang sabar.
Tawakal : tabah dan sabar menerima cobaan dan ujian keimanan seperti ketakutan, kelaparan, kesempitan rezeki, bencana, dan musibah. Karena Allah SWT selalu bersama orang yang sabar.

Wong namanya aja renungan, bisa benar bisa salah, apabila benar karena kebenaran mutlak milik Allah, dan apabila salah ana aja yang nglantur, ya mohon dimaafkan.

Juli 27, 2009 at 4:04 am Tinggalkan komentar

Fenomena… Kunjungan Pejabat Tinggi Negara

Seorang pejabat tinggi Negara yang berkunjung ke suatu daerah merupakan suatu kehormatan bagi daerah tersebut. Sebagai tuan rumah yang baik akan merasa gugup bagimana caranya untuk menyambut tamu agung agar tamu tersebut merasa senang, gupuh apa yang harus dilakukan guna manyambut tamu terhormat agar keduanya merasa tersanjung, dan suguh apa yang harus disajikan untuk menghormati tamu istimewa agar wibawa tamu dan tuan rumah tetap terjaga. Bila perlu kunjungan tamu pejabat tinggi negara membawa kesejahteraan bagi masyarakat semua lapisan. Mungkinkah?
Sebagai prosedur tetap setiap kunjungan pejabat tinggi negara, selalu ada yang disterilkan sekitar wilayah kunjungan, steril dari semua kegiatan masyarakat sekitar termasuk jalan aja masrakat harus diatur, yang biasanya lurus mereka harus memutar, yang biasanya dilewati pedagang sayur kali ini distop, begitu juga kegiatan gelandangan dan pengemis, serta pedagang kaki lima dilaran beroperasi.
Akan tetapi, biasanya panitia memberikan kesempatan kepada pengusaha baik besar maupun kecil untuk mendisplay semua produknya, semacam promosi gratis, githu…! Dengan harapan display produk dapat respon dari tamu negara tersebut untuk dicicipi, hal ini akan mendongkrak penjualan dan dikenal serta menjadi lebih terkenal.
Apa yang terjadi? Ketika kunjungan tamu agung berlangsung, tempik sorak selama dialog atau monolog sang tamu terhormat, antara tuan rumah dan tamu merasa sangat bahagia dan mungkin terjadi transaksi perdagangan yang bernilai jutaan bahkan milyaran, atau bantuan dan janji yang disampaikan oleh tamu sangat mempesona sehingga membuat tercengang para pendengar dan hadirin.
Sebaliknya dibelahan masyarakat yang lain terjadi kontra produksi, tidak terjadi transaksi perdagangan, berapa pedagang yang kehilangan pendapatan dan keuntungan, berapa gelandangan dan pengemis serta pemulung yang kehilangan kesempatan untuk mengais rezeki dari wilayah kunjungan tamu, memang ada sebagian masyarakat merasa biasa-biasa saja dengan kehadiran tamu istimewa tersebut, ada yang terpaksa libur bekerja karena rumahnya dekat dengan podium atau tempat kunjungan, termasuk yang menjadi panitia penyambutan, ada yang merasa dirugikan dengan kehadiran tamu terhormat tersebut, misal tukang ojek biasanya mereka mangkal ditempat tamu berkunjung terpaksa merelakan tempatnya untuk terop atau tenda tempat duduk para tamu, tukang sayur yang biasa lewat distop tidak boleh lewat dan harus memutar, serta bagi ibu-ibu yang akan ke pasar harus merelakan kakinya melangkah agak jauh guna memperoleh tumpangan ke pasar.
Begitulah yang terjadi selama ada kunjungan tamu pejabat tinggi negara, mulai zaman orde lama sampai orde baru paling ketat, hingga zaman reformasi yang agak longgar tidak ada bedanya. Begitu pula fenomena yang ditimbulkan ulah para aparat yang berlaku diluar protap, sering membuat bingung semua pihak. Apakah setiap kunjungan tamu negara masih akan seperti itu selamanya? Mudah-mudahan dimasa yang akan datang terjadi perubahan. Insyaallah.

Juni 16, 2009 at 7:19 am Tinggalkan komentar

Tulisan Lebih Lama


 

Januari 2012
S S R K J S M
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Tulisan Terkini

Tag


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.